Keuramat Menata Prioritas Pembangunan 2027
TPP BANDA ACEH · PERENCANAAN GAMPONG
TPP Banda Aceh Dorong RKPG Keuramat Berangkat dari Kebutuhan Warga
BANDA ACEH — Daftar usulan sudah tersedia, tetapi masih perlu dibicarakan bersama sebelum menjadi pegangan pembangunan tahun berikutnya. Itulah salah satu bagian penting dalam Musrenbang Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, yang berlangsung di Hotel Regina, Banda Aceh, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan sejak pagi tersebut dihadiri Keuchik beserta jajaran pemerintah gampong, Tuha Peut, perwakilan kelompok masyarakat, tokoh kepemudaan, pegiat kesehatan, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, dan pendamping desa.
Ketua Tuha Peut membuka sekaligus memimpin musyawarah. Sebelum membahas rancangan RKPG Tahun 2027, peserta terlebih dahulu mengevaluasi kegiatan tahun sebelumnya dan kegiatan yang sedang berjalan. Ada sesi tanya jawab, saran, serta masukan dari peserta.
Urutan pembahasan ini penting. Pengalaman pelaksanaan kegiatan menjadi bahan untuk menilai kembali usulan tahun berikutnya: mana yang masih membutuhkan tindak lanjut, mana yang perlu diperbaiki, dan kebutuhan apa yang belum tertangani.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan finalisasi rancangan RKPG Tahun 2027. Usulan prioritas di dalamnya telah dibicarakan melalui musyawarah sebelumnya. Pada pertemuan ini, peserta mencermati kembali rancangan tersebut sebelum ditetapkan dan dituangkan dalam Resam Gampong Keuramat.
Usulan Sudah Ada, Alasan Memilihnya Perlu Diperjelas
Dalam forum tersebut, pimpinan musyawarah meminta Irhamuddin, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh, memberikan arahan dan masukan.
Pokok arahannya berangkat dari pekerjaan yang dihadapi peserta hari itu: membahas daftar usulan dan menentukan kegiatan yang akan menjadi prioritas gampong.
Saat daftar usulan dibaca, pembicaraan mudah terpusat pada nama kegiatan. Padahal, yang perlu diperjelas adalah alasan kegiatan itu dibutuhkan. Masalahnya ada di mana? Warga mana yang paling merasakannya? Apa yang akan berubah setelah kegiatan dilaksanakan?
Pertanyaan tersebut membantu peserta melihat hubungan antara usulan dan manfaatnya. Usulan yang terdengar menarik tetap perlu diperiksa kebutuhannya. Sebaliknya, kebutuhan yang terlihat sederhana bisa saja mendesak karena menyangkut kehidupan sehari-hari warga.
Karena itu, membangun kebersamaan menjadi bagian awal dari arahan. Peserta perlu saling mendengar agar keputusan dapat dipahami bersama, termasuk ketika ada usulan yang belum bisa menjadi prioritas.
Evaluasi Perlu Dibawa ke Pembahasan Tahun Berikutnya
Sesi evaluasi pada awal pertemuan memberi bahan penting untuk penyusunan RKPG 2027. Pertanyaan dan masukan peserta perlu dibawa ke pembahasan usulan, sehingga pengalaman pelaksanaan kegiatan tidak berhenti sebagai catatan rapat.
Jika suatu kebutuhan masih diusulkan kembali, perlu diperjelas apakah kegiatan sebelumnya belum menjangkaunya, pelaksanaannya belum selesai, atau manfaatnya belum sesuai harapan. Kejelasan ini membantu gampong menentukan bentuk tindak lanjut yang tepat.
Begitu pula dengan kegiatan yang sedang berjalan. Kondisi pelaksanaannya perlu diperhitungkan agar rencana tahun berikutnya saling menyambung dan tidak menimbulkan pekerjaan yang tumpang tindih.
Memeriksa Arah Rencana dan Kemampuan Dana
Pencermatan RPJMG menjadi pegangan untuk melihat hubungan usulan tahunan dengan arah pembangunan gampong. Dalam pembahasan RKPG, hubungan tersebut perlu dijelaskan agar peserta memahami mengapa suatu kegiatan dipilih.
Setelah kebutuhan dan prioritas diperjelas, kemampuan pendanaan juga harus diperiksa. Ada kebutuhan yang dapat ditangani gampong, ada pula yang memerlukan koordinasi dan dukungan pemerintah di atasnya.
Bagi pendamping, bagian ini membutuhkan ketelitian. Usulan warga perlu dicatat dengan jelas, lalu dibantu penelusuran kewenangan dan kemungkinan sumber pendanaannya. Dengan begitu, usulan yang belum dapat dibiayai gampong tetap mempunyai arah tindak lanjut.
Isu Besar Harus Terlihat dalam Kebutuhan Warga
Pencegahan stunting, kemiskinan, ketahanan pangan, dan perubahan kondisi lingkungan perlu dibahas melalui persoalan yang benar-benar dihadapi warga Keuramat.
Untuk pencegahan stunting, misalnya, pembicaraan perlu sampai pada kebutuhan ibu dan anak, pelaksanaan pelayanan, serta dukungan yang dibutuhkan kader. Kehadiran pegiat kesehatan dan ibu-ibu PKK dalam forum menjadi kesempatan untuk mendengar kebutuhan tersebut secara lebih dekat.
Demikian pula dalam pemberdayaan ekonomi dan kepemudaan. Perwakilan kelompok masyarakat dan tokoh pemuda dapat membantu menjelaskan kendala yang mereka hadapi, sehingga bentuk kegiatan yang dipilih lebih sesuai dengan kebutuhan penerimanya.
Pengamatan terhadap cuaca yang kadang panas lalu berubah menjadi hujan juga dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan kondisi lingkungan. Pembahasannya perlu diarahkan pada keadaan setempat, seperti saluran air, kebersihan, atau titik yang membutuhkan penanganan.
Pekerjaan Pendamping Berlanjut setelah Musyawarah
Musrenbang Keuramat memperlihatkan bahwa finalisasi RKPG membutuhkan lebih dari kesiapan daftar usulan. Ada evaluasi yang perlu dipahami, masukan yang perlu dicatat, dan alasan prioritas yang perlu diperjelas.
Bagi TPP, pekerjaan berikutnya adalah membantu memastikan hasil pembahasan masuk dengan tepat ke dalam dokumen. Catatan musyawarah dan rancangan akhir perlu diperiksa kembali agar keputusan yang dibicarakan bersama tetap terbaca jelas saat menjadi pedoman pelaksanaan.
RKPG Tahun 2027 diharapkan menjadi pegangan kerja yang dipahami bersama, dengan kegiatan yang berangkat dari kebutuhan warga Gampong Keuramat.
Komentar
Posting Komentar