Banda Aceh, 17 Oktober 2025 — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh menggelar rapat koordinasi bersama para camat, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), dan para pendamping desa dari seluruh kecamatan di Aula Kantor DPMG Kota Banda Aceh, Jumat (17/10/2025). Pertemuan ini membahas langkah-langkah percepatan penyusunan RAPBG-P serta perencanaan pembangunan gampong tahun 2026. Suasana rapat berlangsung aktif dan konstruktif, dengan banyak masukan serta ide dari peserta untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan gampong di Banda Aceh. Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Rita Sari Puji Astuti, AP., M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi lintas pihak dalam memastikan seluruh proses perencanaan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan kembali nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas, dengan mengingatkan agar seluruh jajaran pendamping dan perangkat daerah bekerja secara profesio...
Diskusi Pembenahan Kepengurusan BUMG Geuceu Kayee Jato Membangun Kembali Semangat Kelembagaan dan Kewirausahaan Gampong Banda Aceh, 20 Oktober 2025 — Dalam suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong, Keuchiek Gampong Geuceu Kayee Jato bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Banda Aceh, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), didampingi skdes dan pengurus yang masing aktif menggelar diskusi pembenahan kepengurusan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di ruang kantor BUMG Geuceu Kayee Jato , Kecamatan Banda Raya. Kegiatan ini digagas untuk menata kembali pengelolaan BUMG yang saat ini hanya memiliki satu orang pengurus aktif. Kondisi ini menjadi penting karena BUMG akan segera mengelola program Dana Desa untuk kegiatan Ketahanan Pangan , sehingga perlu disiapkan pengurus baru yang solid, transparan, dan memiliki semangat kewirausahaan. Langkah Pembenahan yang Disepakati Dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Keuchiek dan didampingi TAP...
Busra, ST, MM Refleksi 10 Tahun Dana Desa di Aceh dan Tantangan Pendampingan Pasca Bencana Hidrometeorologi Oleh: Busra, ST, MM Koordinator Provinsi Aceh Program P3MD Kemendes PDT Pendahuluan Satu dekade perjalanan Dana Desa di Provinsi Aceh bukan sekadar hitungan tahun anggaran. Ia adalah potret dinamika pembangunan desa pasca konflik dan pasca tsunami yang berlapis, dengan capaian nyata sekaligus luka struktural yang belum sepenuhnya pulih. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Dana Desa telah menjadi instrumen utama pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan layanan dasar. Namun, di saat yang sama, Aceh berhadapan dengan realitas ekologis yang rapuh dalam bentuk bencana hidrometeorologi. Artikel ini merefleksikan perjalanan Dana Desa di Aceh selama sepuluh tahun, lalu mengaitkannya dengan tantangan pendampingan desa di wilayah yang porak-poranda akibat bencana hidrometeorologi. Refleksi ini penting untuk menata ulang arah kebijakan, strategi pend...
Komentar
Posting Komentar