IST Konvergensi Stunting di Kecamatan Syiah Kuala
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penguatan Kapasitas KPM Menuju Data Stunting yang Akurat, Terpadu, dan Tepat Sasaran
Pelaksanaan In Service Training pengelolaan aplikasi e-HDW bagi Kader Pembangunan Manusia di Kecamatan Syiah Kuala.
SYIAH KUALA – Kecamatan Syiah Kuala menyelenggarakan In Service Training (IST) Konvergensi Stunting bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM). Kegiatan ini difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan dan pengisian data melalui aplikasi e-HDW sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat gampong.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta, terdiri atas 16 perempuan dan 4 laki-laki yang berasal dari unsur Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), serta seluruh KPM dalam wilayah Kecamatan Syiah Kuala. Camat Syiah Kuala turut hadir sekaligus membuka dan mengikuti jalannya kegiatan.
“Peningkatan kapasitas KPM sangat penting karena keberhasilan penanganan stunting harus didukung oleh data yang benar, lengkap, dan selalu diperbarui. KPM diharapkan mampu memahami teknis penginputan serta memanfaatkan aplikasi e-HDW secara optimal, sehingga data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi dan perencanaan kegiatan di masing-masing gampong.”
— Arahan Camat Syiah Kuala
Camat Syiah Kuala juga menegaskan bahwa pengelolaan data tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan administrasi pelaporan. Data yang dihimpun oleh KPM harus mampu menggambarkan kondisi sasaran secara nyata, sehingga intervensi yang direncanakan oleh pemerintah gampong dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan tepat sasaran.
IST ini diinisiasi oleh PIC Stunting Kota Banda Aceh bersama PD dan PLD Kecamatan Syiah Kuala, serta mendapat dukungan dari Camat Syiah Kuala. Materi utama disampaikan oleh PD Kecamatan Syiah Kuala, dibantu oleh PLD Kecamatan Meuraxa, dengan pendampingan dari PIC Stunting TAPM Kota Banda Aceh.
Penguatan Pendataan dan Pemanfaatan e-HDW
Materi yang dibahas meliputi peningkatan pemahaman teknis penggunaan aplikasi e-HDW, proses pendaftaran akun, penginputan dan pemutakhiran data, validasi data sasaran, serta penyelesaian berbagai kendala teknis yang dihadapi KPM dalam pelaksanaan pendataan di gampong masing-masing.
Peserta juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya memastikan kesesuaian antara data yang dimasukkan ke dalam aplikasi dengan kondisi sasaran di lapangan. Data tersebut mencakup kelompok sasaran prioritas, seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak usia bawah dua tahun, balita, remaja putri, serta keluarga yang memiliki risiko stunting.
Data e-HDW diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pemantauan dan pelaporan, tetapi juga menjadi salah satu dasar penyusunan perencanaan pembangunan gampong. Dengan data yang akurat, pemerintah gampong dapat mengidentifikasi sasaran yang belum memperoleh layanan dasar, memetakan permasalahan, menentukan prioritas kegiatan, serta mengarahkan anggaran untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Capaian Konvergensi Stunting Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2026
Gambaran capaian konvergensi stunting menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki kualitas pendataan, pemenuhan layanan dasar, dan efektivitas intervensi di setiap gampong.
Capaian konvergensi stunting di Kecamatan Syiah Kuala menjadi bagian penting dalam mengukur sejauh mana kelompok sasaran telah memperoleh layanan yang dibutuhkan. Informasi tersebut perlu ditelaah secara berkala untuk mengetahui adanya kesenjangan layanan, sasaran yang belum terdata, data yang belum diperbarui, maupun intervensi yang masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, kualitas capaian konvergensi sangat bergantung pada ketelitian KPM dalam melakukan pendataan, pemantauan sasaran, koordinasi dengan pelaku kesehatan dan pemerintah gampong, serta konsistensi dalam memperbarui data melalui aplikasi e-HDW. Data yang valid akan membantu pemerintah gampong menghindari program yang tidak sesuai kebutuhan dan memastikan setiap sasaran memperoleh layanan secara berkelanjutan.
Praktik Langsung dan Penyelesaian Kendala
Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan teknis yang disertai praktik penggunaan aplikasi e-HDW. Peserta diarahkan untuk memahami tahapan pengelolaan data secara sistematis, mulai dari pengenalan akun, penginputan data sasaran dan layanan, pemutakhiran informasi, pemeriksaan kelengkapan, hingga proses validasi data.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta menjelaskan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan aplikasi e-HDW di gampong masing-masing. Setiap persoalan dibahas secara bersama untuk memperoleh solusi dan tindak lanjut yang dapat diterapkan setelah kegiatan.
Forum ini sekaligus menjadi sarana koordinasi dan penyamaan persepsi antara KPM, TPP, pemerintah kecamatan, dan para pihak terkait mengenai tugas serta tanggung jawab dalam pelaksanaan konvergensi stunting. Pendampingan secara berjenjang akan terus diperkuat agar kendala penginputan maupun validasi data dapat segera ditangani.
Peserta IST bersama unsur kecamatan, Pak Camat, TAPM, KPM, PD, dan PLD setelah mengikuti penguatan teknis pengelolaan data stunting melalui aplikasi e-HDW.
Melalui IST ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang sama dalam menggunakan aplikasi e-HDW. Dengan pengelolaan data yang lebih tertib, akurat, lengkap, dan tepat waktu, pelaksanaan konvergensi stunting di Kecamatan Syiah Kuala diharapkan semakin efektif dalam mendukung perencanaan serta percepatan penurunan stunting di tingkat gampong.
Publikasi Pendampingan Desa Kota Banda Aceh
Bersama memperkuat data, layanan, dan konvergensi stunting di tingkat gampong.
Disadur oleh: Irhamuddin – PIC Medsos P3MD Kota Banda Aceh
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar