Rapat Rutin Bulanan Muspika dan Keuchik Lueng Bata Bahas Data, RKPG 2027, dan Rembug Stunting
Banda Aceh • tppbanceh.online
Suasana Rapat Koordinasi Rutin Bulanan Muspika bersama para Keuchik dan Tuha Peut se-Kecamatan Lueng Bata.
Banda Aceh – Pemerintah Kecamatan Lueng Bata kembali melaksanakan Rapat Koordinasi Rutin Bulanan Muspika bersama para Keuchik dan Tuha Peut se-Kecamatan Lueng Bata. Kegiatan yang kali ini dilaksanakan di Gampong Batoh sebagai tuan rumah tersebut menjadi wadah koordinasi berbagai isu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang sedang berkembang di tingkat gampong.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lueng Bata, Kasi Pemerintahan Kota Banda Aceh, Kepala Puskesmas Lueng Bata, unsur Muspika Kecamatan, Imum Mukim, KUA Kecamatan, para Keuchik dan Tuha Peut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa, kader pembangunan desa, serta unsur pemerintah kecamatan dan gampong.
Meskipun berbagai isu strategis dibahas dalam rapat tersebut, terdapat satu benang merah yang terus muncul dalam hampir seluruh materi, yaitu pentingnya data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan gampong. Dalam arahannya, Camat Lueng Bata menekankan pentingnya validitas data rumah tangga, data penerima bantuan sosial, data sanitasi, serta data pelayanan masyarakat. Menurutnya, program yang baik hanya dapat lahir dari data yang baik. Sebaliknya, data yang tidak akurat berpotensi menimbulkan salah sasaran program, konflik sosial, hingga pemborosan anggaran.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Kasi Pemerintahan Kota Banda Aceh yang mengingatkan pentingnya tertib administrasi kependudukan. Pemerintah gampong diharapkan lebih aktif melakukan pemutakhiran data penduduk, termasuk warga pendatang yang tinggal dalam wilayah gampong, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan. Sementara itu, Kepala Puskesmas Lueng Bata mengingatkan bahwa sektor kesehatan juga sangat bergantung pada kualitas data. Pendataan ibu hamil, balita, keluarga berisiko stunting, hingga kondisi sanitasi lingkungan menjadi dasar penting dalam menentukan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.
Data adalah Awal dari Perencanaan
Flyer Kualitas Perencanaan Berbasis Data
Pada sesi materi utama, TAPM Kota Banda Aceh menyampaikan penguatan mengenai persiapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun 2027 dan pelaksanaan Rembug Stunting Gampong. Disampaikan bahwa berdasarkan Permendesa Nomor 21 Tahun 2020, pembangunan desa dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pendataan desa, perencanaan desa, pelaksanaan pembangunan, dan pertanggungjawaban.
Dari seluruh tahapan tersebut, pendataan dan perencanaan merupakan fondasi yang menentukan kualitas pembangunan pada tahun berikutnya. Karena itu, penyusunan RKPG tidak boleh dipandang sebagai kegiatan administratif semata. RKPG merupakan dokumen strategis yang menentukan arah penggunaan APBG selama satu tahun anggaran. Kualitas RKPG akan sangat menentukan apakah pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat atau hanya sekadar menghabiskan anggaran.
Dalam materi tersebut ditegaskan bahwa proses penyusunan RKPG harus dimulai dengan memastikan data gampong telah diperbarui dan divalidasi. Data kemiskinan, stunting, sanitasi, pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga kondisi infrastruktur harus menjadi bahan utama dalam proses musyawarah perencanaan. "Kalau datanya salah, maka perencanaannya berpotensi salah. Kalau perencanaannya salah, maka pembangunan juga akan sulit tepat sasaran."
Keuchik Memegang Peran Kunci
Materi RKPG oleh TAPM
Dalam proses penyusunan RKPG, Keuchik memiliki peran strategis sebagai pemimpin perencanaan pembangunan gampong. Keuchik tidak hanya berfungsi sebagai penandatangan dokumen, tetapi harus memastikan proses perencanaan berjalan partisipatif, berbasis data, selaras dengan RPJMG, dan dilaksanakan tepat waktu sesuai regulasi.
Penyusunan RKPG Tahun 2027 sendiri akan dimulai pada pertengahan tahun berjalan melalui pembentukan tim penyusun, pencermatan RPJMG, penyusunan rancangan RKPG, Musrenbang Gampong, hingga Musyawarah Gampong untuk penetapan dokumen. Seluruh tahapan tersebut perlu mendapat pendampingan aktif dari Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa agar kualitas dokumen yang dihasilkan semakin baik.
Rembug Stunting Bukan Sekadar Kegiatan Seremonial
Salah satu tahapan penting sebelum penyusunan RKPG adalah pelaksanaan Rembug Stunting Gampong. Forum ini sering dipahami hanya sebagai kegiatan kesehatan, padahal sesungguhnya merupakan forum perencanaan pembangunan yang sangat strategis. Melalui Rembug Stunting, pemerintah gampong bersama masyarakat melakukan identifikasi berbagai persoalan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari gizi, sanitasi, air bersih, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Rembug Stunting harus berbasis data, bukan asumsi. Data balita stunting, keluarga berisiko stunting, ibu hamil, kondisi rumah tangga, dan hasil pemetaan kader menjadi bahan utama dalam musyawarah. Dari forum tersebut kemudian disepakati berbagai kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam RKPG dan APBG tahun berikutnya. Dengan demikian, Rembug Stunting bukan hanya menghasilkan daftar masalah, tetapi juga menghasilkan solusi dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat gampong.
Membangun Desa Dimulai dari Data
Foto Bersama Muspika & Keuchik
Rapat koordinasi kali ini memberikan pesan kuat bahwa pembangunan gampong yang berkualitas tidak dimulai dari proyek, melainkan dimulai dari data yang valid. Data yang valid akan menghasilkan perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik akan menghasilkan program yang tepat sasaran. Dan pada akhirnya, program yang tepat sasaran akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum ini, para Keuchik se-Kecamatan Lueng Bata diharapkan mulai mempersiapkan tahapan penyusunan RKPG Tahun 2027 dan pelaksanaan Rembug Stunting secara lebih serius, partisipatif, dan berbasis data sehingga pembangunan gampong ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Komentar
Posting Komentar