Rembuk Stunting Gampong Mulia: Kader dan Warga Sepakat Perkuat Data Akurat demi Cegah Stunting Menuju 2027
Rembuk Stunting Gampong Mulia: Kader dan Warga Sepakat Perkuat Data Akurat demi Cegah Stunting Menuju 2027
Kolaborasi lintas sektor memperkuat komitmen bersama dalam menyusun prioritas program pencegahan stunting berbasis data yang akurat menuju RKPG Tahun 2027.
BANDA ACEH — Semangat gotong royong dalam percepatan penurunan stunting kembali menggema di Gampong Mulia melalui pelaksanaan Rembuk Stunting/Pra Musyawarah Desa Tahun 2026. Forum ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan komitmen, memperkuat validitas data, serta menyusun usulan program prioritas yang akan diakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung di Aula Komplek Masjid Al-Anshar ini dihadiri oleh pemerintah gampong, PKK, Puskesmas Kuta Alam, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Guru PAUD, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga kesehatan.
- Keuchik dan Perangkat Gampong Mulia
- PKK Gampong dan PKK Kecamatan
- Puskesmas Kuta Alam
- Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM)
- Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa
- Kader Posyandu dan KPM
- Guru PAUD
- Tokoh masyarakat
Komitmen Bersama Menjadi Fondasi Pencegahan Stunting
Dalam sambutannya, narasumber menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh stakeholder. Perencanaan yang baik harus diawali dengan data yang akurat sehingga setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran.
Enam Agenda Utama Rembuk Stunting
Rembuk Stunting merupakan tindak lanjut dari hasil pendataan keluarga sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang telah dilakukan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM). Melalui forum ini, seluruh data dibedah bersama guna mengidentifikasi permasalahan, menyusun solusi, serta menentukan usulan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan Gampong Tahun 2027.
Enam Agenda Pembahasan
- π Penyampaian hasil pendataan keluarga sasaran 1.000 HPK.
- π Pembahasan kondisi dan permasalahan stunting di tingkat gampong.
- π Penyusunan usulan intervensi tujuh paket layanan konvergensi stunting.
- π Penetapan prioritas kegiatan Tahun Anggaran 2027.
- π Evaluasi pelaksanaan tugas Kader Pembangunan Manusia (KPM).
- π Penyusunan berita acara dan rekomendasi hasil rembuk.
Sinkronisasi Data Menjadi Sorotan Utama
Pembahasan yang paling banyak mendapat perhatian peserta adalah mengenai akurasi dan sinkronisasi data. Masih ditemukan perbedaan antara data yang dimiliki Puskesmas dengan data Pemerintah Gampong, terutama terkait cakupan imunisasi serta tingkat kehadiran balita di Posyandu.
Forum sepakat bahwa seluruh data harus diverifikasi secara bersama agar menjadi satu sumber data yang dapat dijadikan dasar penyusunan program. Peran Kader Dasa Wisma dinilai sangat penting sebagai penghubung informasi dari tingkat rumah tangga sehingga perubahan kondisi keluarga dapat segera diperbarui.
Penguatan Edukasi Kesehatan Masyarakat
Selain sinkronisasi data, peserta juga menyoroti pentingnya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai imunisasi, gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pentingnya kehadiran ibu balita di Posyandu. Sosialisasi dinilai perlu dilakukan secara lebih masif melalui berbagai media informasi gampong, termasuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Peserta juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan sosialisasi harus memiliki sasaran yang jelas, materi yang sesuai kebutuhan masyarakat, narasumber yang kompeten, serta indikator keberhasilan yang dapat diukur sehingga kegiatan tidak hanya bersifat seremonial tetapi benar-benar memberikan perubahan perilaku.
Kelas Ayah, Konseling Gizi dan Parenting PAUD
Forum turut mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Kelas Ayah sebagai media peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak. Peserta berharap kegiatan tersebut semakin tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan kepedulian keluarga terhadap kesehatan ibu dan anak.
Dalam sesi konseling gizi, Puskesmas menjelaskan bahwa bantuan makanan tambahan, edukasi gizi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak telah berjalan dengan baik. Namun keberhasilan program tetap memerlukan dukungan keluarga melalui pola makan sehat, pemeriksaan rutin, serta kehadiran aktif dalam kegiatan Posyandu.
Perwakilan PAUD juga mengusulkan pelaksanaan kegiatan Parenting bagi orang tua sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai pola asuh, stimulasi tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting sejak usia dini.
Air Bersih, Sanitasi dan Ketahanan Pangan
Pembahasan forum juga menyentuh isu air bersih, sanitasi lingkungan, serta kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan Posyandu dan PAUD. Peserta menyampaikan bahwa beberapa usulan telah masuk dalam rencana pembangunan gampong dan diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Selain itu, forum juga memberikan perhatian terhadap penguatan kegiatan Posbindu Remaja, pencegahan pernikahan usia dini, pembentukan kelas lansia, serta peningkatan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pola asuh anak, dan gizi keluarga.
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan keluarga, peserta mengusulkan penguatan kembali peran Pokja III PKK melalui pelatihan budidaya tanaman pangan, pemanfaatan pekarangan, serta penyediaan pangan bergizi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kesepakatan Rembuk Stunting
- ✅ Seluruh data sasaran akan terus diperbaiki dan disinkronkan secara berkala.
- ✅ Usulan kegiatan akan menjadi dasar penyusunan RKPG Tahun 2027.
- ✅ Edukasi mengenai gizi, imunisasi, pola asuh dan kesehatan keluarga akan diperkuat.
- ✅ Peran KPM, PKK, Posyandu, PAUD, Pendamping Desa, TAPM dan Pemerintah Gampong akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
- ✅ Pencegahan stunting menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Menuju Konvergensi Pencegahan Stunting 2027
Seluruh hasil pembahasan dalam Rembuk Stunting selanjutnya dituangkan ke dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan prioritas kegiatan pencegahan stunting Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi bukti nyata komitmen bersama Pemerintah Gampong, tenaga kesehatan, kader, pendamping desa, dan seluruh unsur masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Melalui forum ini diharapkan setiap program yang direncanakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, didukung data yang valid, serta mampu menghasilkan intervensi yang efektif demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Gampong Mulia.
TPP Banda Aceh
Tenaga Pendamping Profesional P3MD Kota Banda Aceh
Artikel ini disusun oleh PIC Media Informasi Kota Banda Aceh (Pak Irham) sebagai media informasi dan dokumentasi kegiatan pendampingan desa dalam mendukung konvergensi percepatan penurunan stunting melalui perencanaan pembangunan gampong yang partisipatif, berbasis data, dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar