Bedah Monev DD Tahun 2026: Kendala, Trik & Solusi
Monev DD Tahun 2026 : TAPM Banda Aceh Gelar IST "Bedah Kendala, Trik dan Solusi Penginputan"
Penguatan kapasitas Korcam TPP untuk mendukung data Monev Dana Desa yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BANDA ACEH — Di tengah meningkatnya perhatian Tenaga Pendamping Profesional (TPP) terhadap pengisian dan pemutakhiran Monitoring dan Evaluasi Dana Desa (Monev DD), TAPM Kota Banda Aceh mengambil langkah tepat melalui pelaksanaan In Service Training (IST) bagi para Koordinator Kecamatan (Korcam) TPP Kota Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membedah berbagai kendala yang dihadapi dalam proses penginputan data ke aplikasi Monev DD, sekaligus berbagi solusi praktis, memperkuat pemahaman teknis, dan menambah semangat para TPP dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 September 2026 di Nanggroe Kupi, Lueng Bata, Banda Aceh tersebut tidak sekadar membahas cara mengisi aplikasi. IST diarahkan untuk membedah persoalan yang benar-benar ditemui pendamping di lapangan: mulai dari kendala teknis penginputan, pemahaman menu, ketepatan data hingga trik dan solusi praktis agar proses Monev DD dapat berjalan lebih lancar.
Dari Kendala Lapangan Menjadi Solusi Bersama
IST difokuskan pada identifikasi hambatan teknis penginputan data sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang dapat diterapkan oleh para Korcam dalam mendukung pendampingan di wilayah masing-masing.
Berbagai persoalan yang selama ini ditemui saat bekerja dengan aplikasi tidak berhenti sebagai keluhan. Melalui forum IST, persoalan tersebut dibedah bersama, dicari penyebabnya, kemudian didiskusikan alternatif penyelesaiannya.
Pola ini membuat IST menjadi ruang belajar yang lebih praktis: dari masalah nyata, dibahas bersama, kemudian dicari jalan keluarnya.
Komposisi Peserta IST
Monev DD: Data Bukan Sekadar Angka
Dalam rangkaian kegiatan dijelaskan bahwa melalui platform digital Monev Dana Desa, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus mendorong penguatan sistem pemantauan pemanfaatan Dana Desa secara lebih terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, perkembangan pengelolaan Dana Desa dapat dipantau mulai dari aspek perencanaan, penyaluran hingga realisasi di lapangan, termasuk berbagai data strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan program di desa.
Digitalisasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat efektivitas pemantauan, meminimalisir berbagai kendala administratif, sekaligus mendorong tata kelola Dana Desa yang semakin transparan dan akuntabel.
Namun secanggih apa pun sebuah aplikasi, kualitas informasi yang dihasilkan tetap sangat bergantung pada ketepatan data yang dimasukkan. Karena itulah pemahaman teknis para pendamping menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas Monev Dana Desa itu sendiri.
Belajar Bersama, Menjawab Persoalan Teknis
Rangkaian kegiatan IST difasilitasi oleh Irhamuddin bersama TAPM Kota Banda Aceh lainnya, Isnadi dan Balyani, serta melibatkan narasumber dari Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa (FPDD) dan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendes PDT.
Selain pemaparan materi teknis, forum menyediakan ruang diskusi interaktif bagi peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui saat pengoperasian aplikasi.
Pertanyaan, kendala, pengalaman dan praktik di lapangan kemudian menjadi bahan pembahasan bersama. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai apa yang harus diisi, tetapi juga semakin memahami mengapa data tersebut penting dan bagaimana mengisinya dengan benar.
Ketika Monev DD Menjadi Bagian Penting dari Kerja Pendampingan
Meningkatnya perhatian terhadap Monev DD di kalangan TPP hendaknya tidak dipandang hanya sebagai bertambahnya pekerjaan administrasi. Lebih dari itu, Monev DD merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa data pemanfaatan Dana Desa dapat dibaca, dipantau, dievaluasi dan ditindaklanjuti dengan semakin baik.
Karena itu, ruang-ruang peningkatan kapasitas seperti IST menjadi penting. Ketika pendamping memahami aplikasi, memahami substansi data dan mampu mengatasi persoalan teknis, maka proses pemantauan di lapangan juga akan menjadi lebih efektif.
Mendampingi • Mengawal • Memberdayakan

Komentar
Posting Komentar